Menyelamatkan Ekonomi Melalui Praiwisata Indonesia
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
EKONOMI MIKRO
Proses
pembangunan ekonomi yang di lakukan di segala bidang pada hakekatnya bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.Oleh karena itu
keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi akan menjadi kunci keberhasilan di
bidang lainnya. Pada umumnya orang meninjau bahwa kemunduran suatu perekonomian
ataupun adanya kesempatan untuk berkembang maju bagi suatu masyarakat dapat di
lihat dari sedikit banyaknya faktor – faktor produksi yang dimiliki daerah
tersebut. Dalam ilmu ekonomi pada umumnya berkisar pada: alam,tenaga
kerja,modal dan manajemen. Produksi yang baik dan berhasil ialah produksi yang
dengan menggunakan empat faktor tersebut,Bisa menghasilkan barang – barang
sebanyak–sebanyaknya dengan kualitas semanfaat – manfaatnya.
Berdasarkan
urian diatas terlihat bahwa tanpa mengabaikan faktor produksi lain, Ibnu
Kaldun, didalam kitabnya Muqaddiimah, mengatakan bahwa industri maupun produksi
merupakan suatu yang sangat penting dalam sebuah negara, kekayaan Negara tidak
di tentukan oleh banyak uangnya, tetapi oleh tingkat produksi dan neraca
pembayaran positif. Sektor produksilah yang menjadi motor pembangunan meningkatkan
kesejahteraan keluarga,serta menimbulkan permintaan faktor produksi lainnya.
Ekonomi
Islam sangat mendorong produktifitas dan mengembangkannya baik kuantitas maupun
kualitas. Islam melarang menyianyiakan potensi material maupun potensi
sumberdaya manusia. Bahkan Islam mengarahkan semua itu untuk kepentingan
produksi menjadi suatu yang unik sebab di dalamnya terdapat faktor
profesionalitas yang di ciptakan oleh Allah dan insan yang diwajibkan Allah
atas segala sesuatunya. Seperti dalam Firman Allah dalam Al-Qur’an surat
At-Taubah ayat 105:
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya:
"Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta
orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan
kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu
diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."
Betapa pentingnya peranan sumber daya alam dalam pertumbuhan perekonomian suatu Negara. Indonesia memilki sumber daya alam yang cukup potensial dalam melaksanakan ekonominya. Salah satu sumber daya alam yang ada di bumi, seperti daratan, pegunungan, dan lautan.
Sehingga segala yang ada di alam ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup manusia. Dengan sumberdaya alam yang sangat sempurna yang ada di indonesia yang jika dibandingkan dengan negara-negara dunia manapun, indonesia adalah negara dengan tatanan alam yang sempurna karena semua cakupan dimiliki oleh indonesia. Yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia dan menjadi potensi pertumbuhan ekonomi.
II. Definisi Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro sebagai suatu ilmu yang mempelajari perilaku
produsen dan konsumen juga penentuan kuantitas faktor input, serta barang atau
jasa apa saja yang kemudian akan diperjual-belikan dengan mengacu kepada harga
pasar.
Beberapa aspek analisis dalam ekonomi mikro sendiri
diantaranya Model-model pasar, Industri, Analisis manfaat, Teori permintaan,
Analisis biaya dan penawaran, Elastisitas, Teori produksi hingga Teori harga.
Selain itu ekonomi mikro juga berperan dalam membuat kebijakan perusahaan
mengenai pengelolaan sumber daya seperti pengelolaan harga.
Adanya kebijakan dalam perusahaan juga dapat menjadikan
perusahaan lebih strategis dan inovatif. Ekonomi mikro sangat berperan dalam
memprediksi hingga merancang strategi suatu perusahaan kedepannya. Ekonomi
mikro akan mempermudah suatu perusahaan dalam memahami Perilaku, kemauan dan
kebutuhan konsumen.
III. Pengertian Ekonomi Mikro menurut pendapat ahli
Berikut ini
beberapa definisi ekonomi mikro menurut para ahli:
1. Mary A
Marchant dan William M Snell
Ekonomi mikro merupakan kajian
terkait individu, rumah tangga, dan perusahaan pengambil keputusan dalam proses
ekonomi.
2. David A.
Moss
Ekonomi
mikro sebagai Langkah penganalisisan sebuah keputusan yang dibuat oleh individu
atau kelompok mulai dari Faktor-faktornya hingga ke pertimbangan akan biaya dan
manfaatnya.
3. Adam Smith
Melihat
adanya berbagai pertimbangan rasional dalam pengambilan keputusan yang dipilih
oleh pelaku ekonomi.
4. N. G. Mankiw
Dalam bukunya ia menulis, pengertian ekonomi mikro adalah ilmu yang membahas tentang peran individu-individu pelaku ekonomi, bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan, serta bagaimana mereka berinteraksi di dalam pasar tertentu.
5. Sadono
Sukirno
Dalam buku Ekonomi Mikro Teori
Pengantar, Sadono Sukirno menyatakan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah
cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen
dan perusahaan serta penentuan. Mikroekonomi sendiri berfungsi menganalisis
bagaimana segala keputusan dan juga perilaku tersebut mempengaruhi penawaran
dan juga permintaan atas barang dan jasa yang akan menentukanharga, menentukan
penawaran serta juga permintaanbarang dan jasa selanjutnya.
6. David Ricardo
Menurut David Ricardo pengertian
ekonomi mikro ini ialah suatu kondisi yang mana para pelaku ekonomi sudah
mempunyai informasi mengenai seluk beluk sebuah pasar. Dengan begitu ekonomi
makro tersebut merupakan faktor penentu dari pasa ekonomi global.
7. Marshal
dan Piqou
Menurut Marshal dan Piqou,
pengertian ekonomi mikro ini ialah tingkat mobilitas yang tinggi didalam pasar
sehingga membuat para pelaku ekonomi tersebut dapat langsung beradaptasi atau
juga menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada di pasar.
IV. Ruang Lingkup Ekonomi Mikro
Ekonomi Mikro sendiri memiliki ruang lingkup yang luas seperti pembahasan yang ada pada buku Ekonomi Mikro oleh Dr. H. Bachrudin Sjaroni, Se., MM Noveria S, SE., MM Edi Djunaedi, SE., MM.
Ruang lingkup ekonomi mikro sendiri mempelajari
seputar hal-hal yang melingkupi perilaku konsumen dan pasar di sektor individu
atau perusahaan. Konsumen dan produsen sendiri merupakan individu pada setiap
rumah tangga, organisasi, masyarakat, dan perusahaan. Ketahui apa saja ruang
lingkup pada ekonomi mikro, berikut ini beberapa diantaranya:
1.
Interaksi di Pasar Barang
Pasar merupakan tempat pertemuan antara permintaan dan
penawaran. Pasar juga menjadi tempat dimana penjual dan pembeli dapat bertemu
untuk dapat melakukan transaksi jual-beli.
2. Perilaku
Penjual dan Konsumen
Keduanya memiliki sifat yang rasional, dimana penjual
menginginkan keuntungan maksimal, dan pembeli menginginkan kepuasan optimal
dari segi Kualitas dan Harga produk. Dalam menganalisis perilaku antara penjual
dan pembeli, ada 3 asumsi yang dapat diperhatikan yaitu Aktivitas ekonomi
antara penjual dan pembeli terjadi secara terbuka dan rasional.
3. Interaksi di Pasar Faktor
Produksi
Dari sisi penjual memiliki produk yang memenuhi kebutuhan
manusia juga membutuhkan faktor produksi dengan cara membelinya, sementara dai
consumen membutuhkan uang dalam pemebuhan kebutuhannya.
4. Teori Nilai Guna
Mempelajari bagaimana suatu barang menghasilkan kegunaan atau
kepuasan pada konsumen yang membeli atau mempergunakan barang produksi tersebut.
5. Teori struktur pasar
Menjelaskan penggolangan pasar berdasarkan pada jumlah
perusahaan, karakteristik atau jenis produk serta kemudahan perusahaan atau
produsen untuk masuk dan keluar dari suatu pasar.
Struktur pasar akan dinyatakan sebagai struktur pasar yang non-kompetitif
ketika terdapat perusahaan yang tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk
mempengaruhi jumlah barang dan harga di pasar tersebut.
Sebaliknya, jika perusahaan memiliki kekuatan atau kemampuan
untuk mempengaruhi jumlah barang yang beredar atau harga barang yang ada di
pasar, maka struktur pasar tersebut dikatakan sebagai struktur pasar yang
kompetitif.
6. Elastisitas Harga
Mempelajari bagaimana harga-harga suatu barang maupun jasa
terbentuk di pasar. Harga ini dipengaruhi oleh seberapa banyaknya jumlah permintaan.
7. Industri
Mempelajari bagaimana arus perputaran barang dan jasa dapat
terbentuk. Ia juga Menganalisis barang produksi, produsen, konsumen, dan
distribusi dalam hal kemungkinan rasional dalam pengambilan keputusan ekonomi.
8. Pasar Input
Mempelajari bagaimana produsen dapat
memperoleh bahan-bahan produksi dengan biaya seminimal mungkin namun
menghasilkan barang atau jasa yang memiliki nilai jual tinggi.
V. Kondisi Ekonomi Mikro di Indonesia
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri
Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tahun
2021 menjadi 4,5 persen. Kinerja perekonomian terus mengalami perbaikan
sehingga memberikan optimisme pemulihan ekonomi seiring keberhasilan penanganan
Covid-19 dan berbagai program perlindungan sosial untuk melindungi masyarakat.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi
secara keseluruhan pada tahun 2021 diperkirakan tumbuh sekitar 4 persen.
Kinerja perekonomian di kuartal keempat berpotensi rebound dan didukung dari
rebalancing dari berbagai kegiatan ekonomi.
Di sisi lain, surplus neraca
perdagangan masih berlanjut di bulan September 2021 sebesar 4,37 miliar dollar
AS. Capaian ini merupakan hasil dari surplus non migas di mana kinerja
kumulatifnya untuk tahun 2021 lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Hal ini
membuat Indonesia sudah mengalami surplus neraca perdagangan nonmigas 16 bulan
berturut-turut sejak Mei 2020. Sehinga hal Ini yang menimbulkan optimisme
terhadap kegiatan ekonomi Indonesia yang akan terus membaik.
VI. Pembahasan studi kasus
“Menyelamatkan
Ekonomi melalui Pariwisata Indonesia”
Pandemi
Covid-19 telah menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif di indonesia.
Tidak main-main, sejak Februari 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke
Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis, dan puncaknya terjadi pada
April 2020 dengan jumlah wisatawan hanya sebanyak 158 ribu, sesuai dengan
data rangkuman Kemenparekraf pada buku Tren Pawisata 2021
Jika
ditotal, sepanjang tahun 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke
Infonseia hanya sekitar 4.052 juta orang. Bisa dibilang, angka tersebut sangat
memprihatinkan, karena dari total tersebut hanya sekitar 25% dari jumlah
wisarawan yang masuk ke Indonesia pada 2019.
Hal ini
pun berdampak pada pendapatan negara di sektor pariwista. Adanya pembatasan
sosial berskala besar dan ditutupnya akses keluar-masuk Indonesia, menyebabkan
penurunan pendapatan negara disektor pariwitasa sebesar Rp. 20,7 Miliar.
Dampaknya
pandemi Covid-19 pada sekor pariwisata Indonesia juga terlihat dari pengurangan
jam kerja, sekitar 12,91 juta orang di sektor pariwisata mengalami pengurangan
jam kerja, dan 939 ribu orang di sektor pariwisata sementara tidak bekerja.
Di sisi
lain, pademi Covid-19 juga berdampak langsung pada berbagai lapangan pekerjaan
di sektor pariwisata. Menurut data BPS 2020, sekitar 409 ribu tenaga kerja
disektor pariwisata kehilangan pekerjaan akibat pandemi covid-19.
Langkah
“Menyelamatkan” Ekonomi melalui Pariwisata Indonesia
Berbagai
upaya dilakukan untuk menyemalatkan ekonomi salah satunya melalui sektor pariwisata
Indonesia. Ada tida fase “penyelamatan” yang di lakukan oleh Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatig
(Kemenparekraf), yaitu Tanggap Darurat, Pemulihan dan Normalisasi.
Fase
Tanggap Darurat fokuskan pada kesehatan, seperti menginisiasi program
perlindungan sosial, mendorong kreativitas dan produktivitas saat WFH melakukan
koordinasi krisis pariwissata dengan daerah pariwisata, seta melakukan
persiapan pemulihan.
Selanjutnya
adalah fase pemulihan, di mana dilakukan pembukaan bertahap tempat wisata di
Indonesia. Persiapan sangat matang, melalui dari penerapan protokol kesehatan
di tempat wisata, serta mendukung optimalisasi kegiatan MICE (meeting,
incentive, convention, and Exhibition) di Indonesia.
Terakhir adalah fase Normalisasi, yaitu persiapan destinasi fengan Protokol kesehatan, meningkatkan minat pasar, sehingga diskon untuk paket wisata dan MICE. Salah saru program yang telah di laksanakan adalah Virtual Travel fair sejak bulan Agustus-September 2020.
Ilustrasi
saat wisatawan atau pengunjung resto wajib mengikuti prorokol kesehatan dengan bermasker
dan melakukan cek suhu tubuh.
Berubahnya
Tren Pariwisata di tengah Pandemi Covid-19
Kunci utama bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik. Pasalnya, saat ini pelaku masyarakat mulai beribah, dan dibarengi dengan tren pariwisata yang telah bergeser. Contoh paling simpelnya, sebelum pandemi kita bisa bebas berlibur ke destinasi wisata di Indonesia maupun luat negeri. Namun, adanya pandemi menyebabkan tren pariwisata berubah, seperti libuaran tanpa banyak bersentuhan dengan orang lain afar tetap aman, yaitu Staycation.
Karena
hotel atau penginapan cukup berdampak akibat pandemi, tentu sebagai pelaku
industri perhhotelan atau penginapan
tidak bisa hanya mengandalkan Staycation. Penyedia hotel atau penginapan
juga harus mulai beradaptasi agar bisa bertahan, seperti menawarkan WFH (Work
From Hotel), sehingga dilengkapinya sertifikat Kesehatan dari Kemenparekraf
agar pengunjung merasa lebih aman saat berlibur.
Keinginan
liburan tanpa banyak bertemu orang lain pun mengubah tren layanan paket wisata.
Para pelaku industri pariwisata harus mulai memberikan layanan paket wisata
ekslusif atau mini group, agar
wisatawan merasa lebih aman dan meminimalisair porensi penularan virus saat
liburan.
Sedangkan
dari sisi destinasi wisata, banyak tempat wisata yang terpukul akibat pandemi
covid-19, bahkan ada yang terpaksa ditutup karena sepi pengunjung. Untuk itu,
para pelaku pariwisara harus memanfaatkan teknolohi yang berperan penting dalam
mendukung tren pariwisata yang bergeser di tengah pandemi, salah satunya dengan
virtual tourism untuk liburan online.
Tidak
kalah penting, bergesernya tren pariwisata di indonesia juga berdampak pada
beberapa usaha restoran, agar dapat bertahan, tentu saja pelaku industri restoran
harus berinovasi seiring dengan pergeseran prilaku dan kebiasaan para konsumen.
Karena
sekitar 70% orang menggunakan layanan food online (delivery, take away, dan
catering) dimasa pandemi covid-19. Maka sudah seharusnya pihak testoran
memberikan layanan take away dengan menerapkan contactless service.
Bahkan, diperkirakan konsep outdor dining akan menjadi sangat populer setelah pandemi usai. Hal ini disebebkan karena masyarakat akan tetap patuh terhadap protokol kesehatan, dan menjaga jarak dengan lainya untuk meminimalkan kontaminasi virus
Itulah beberapa langkah-langkah dalam meningkatkan tren pariwisata Indonesia di tengah pandemi, atau bahkan hingga pandemi usai. Dengan strategi atau langkah-langkah diatas diharapkan dapat kembali membangkitkan sektor pariwisata dan menyelamatkan ekonomi dari sektor pariwisata yang terpuruk saat pandemi melanda.
Adanya pandemi COVID-19 telah mengubah lanskap industri pariwisata serta perilaku konsumen atau wisatawan yang telah menyesuaikan diri dengan kondisi new normal. Maka, para pemain di industri pariwisata harus bisa segera beradaptasi dengan ‘disrupsi’ new normal agar bisa bertahan dan bangkit.
VII. Kesimpulan, saran dan solusi
Mengingat terdapat peraturan PPKM/PSBB atau istilah
lainnya yang dilakukan pemerintah pusat guna sebagai langkah pencegahan
penularan covid-19, dan dengan adanya tren pariwisata yang di galakan oleh Kemenparekraf guna
menyelamatkan Ekonomi di sektor Pariwisata tersebut dianggap sebagai suatu
kebijakan yang kontradiktif karena bertentangan dengan aturan sebelumnya,
sehingga mendapatkan beragam respon pro dan kontra dari masyarakat.
“Dengan adanya berbagai respon di kalangan masyarakat,
pemerintah pun membuat aturan baru dimana hanya penduduk asli setempat atau
pendudukan dalam kota yang diperbolehkan wisata. Jika pengunjung dari luar kota
melakukan wisata, dikhawatirkan akan membahayakan dan menambah laju penyebaran
Covid-19. Namun hal itu perlu pengawasan ketat bagi masyarakat agar tetap
menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes),”
terbatasnya mobilitas masyarakat
akibat pandemi Covid-19 serta ditutupnya tempat-tempat rekreasi dan hiburan
memberikan dampak ekonomi cukup besar terhadap sektor pariwisata.
Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) dikatakan membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah dan
tingkat hunian kamar hotel serta restoran menurun drastis sebagai imbas dari
hal tersebut. Sehingga dampaknya pada sektor pendukung pariwisata dan ekonomi
kreatif seperti transportasi cukup besar. Namun demikian, pelonggaran PSBB yang diberlakukan oleh
beberapa pemerintah daerah membuat perlahan geliat ekonomi nasional mulai
bergerak. Dan berharap kegiatan
pariwisata dapat kembali mendorong perekonomian nasional.
Sebelumnya,
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi nasional pada
kuartal II 2020 terkontraksi sebesar -5,32 persen atau yang terendah sejak 1999.
Pelaku di
sektor pariwisata sudah “naik kelas” artinya mereka mempunyai kapabilitas yang
luar biasa, yaitu concern mereka di kesehatan, keamanan dan keselamatan (K3).
Namun pandemi ini juga menimbulkan peluang pelaku usaha parekraf antara lain,
perubahan model bisnis dari yang traditional tourism management menjadi digital
tourism management akan menjadi peluang dalam mempertahankan dan memulihkan sektor
pariwisata nasional, lalu sektor ekonomi kreatif berbasis digital juga dapat
meningkatkan kontribusi terhadap PDB, selanjutnya orientasi segmen pasar
berubah dari wisatawan mancanegara menjadi wisatawan nusantara.
Dengan adanya
pandemi ini harus bisa merubah masyarakat menjadi pelaku usaha yang kreatif untuk
terus membangkitkan ekonomi dimasa pandemi atau bahkan hinga pandemi usai.

Komentar
Posting Komentar